valve dan perbaikannaya (makalah-laporan-doc)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan salah satu tempat akademik di bidangpendidikan Diploma III yang berada di Palembang. Pendidikan Diploma III ini bertujuan menghasilkan tenaga yang profesional dan terampil serta kualitas moral yang tinggi. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka diharapkan mahasiswa lulusan Politeknik dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan secara lebih mendalam agar dapat lebih mudah terjun di dunia industri.
Demi mencapai misi Politeknik Negeri Sriwijaya itu, Politeknik Negeri Sriwijaya mengadakan Kerja Praktek untuk mahasiswa. Dalam hal ini Kerja Praktek dilaksanakan di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri.  Kerja Praktek ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana prosedur dan proses yang dilaksanakan pada suatu perusahaan baik swasta maupun pemerintah.
Dalam meningkatkan sumber daya manusia, dibutuhkan tenaga ahli yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Politeknik merupakan salah satu wadah yang mempersiapkan tenaga ahli yang berkualitas. Agar hal tersebut tercapai maka mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan Kerja Praktek di perusahaan-perusahaan.
Maka dari itu saya memilih PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagai tempat untuk menambah pengetahuan yang lebih dalam lagi tentang dunia industri serta mengaplikasikan  teori yang saya peroleh di bangku kuliah dalam bentuk kerja praktek.
      PT. Pupuk Sriwidjaja yang berada di Palembang adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh pemerintah pada 24 Desember 1959. Dimana seluruh sahamnya dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia dengan Mentri Keuangan sebagai pemegang saham dan Mentri Perindustrian selaku usaha pemegang saham.

1.2  Ruang Lingkup Pembahasan
Mengingat luasnya permasalahan yang ada di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang dan waktu yang tersedia sangat terbatas, maka ruang lingkup pembahasan ini dibatasi pada JENIS-JENIS VALVE DAN PERBAIKAN VALVE ( Gate Vave, Check Valve, Dan Safety Valve ). Dan jenis-jenis valve yang di bahas hanya valve-valve yang penulis temukan saat kerja praktek.

1.3   Tujuan Kerja Praktek
 Adapun tujuan kerja praktek ini adalah antara lain sebagai berikut :
a.       Memenuhi persyaratan kurikulum Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya Pelembang.
b.      Mengetahui proses industri secara nyata dan mengetahui permasalahan yang terjadi.
c.       Memperoleh gambaran yang nyata tentang pengoperasian kerja dan penerapan dalam upaya pengoperasian suatu sarana industri.
d.      Membisakan mahasiswa dalam suasana indusri yang akan mereka geluti setelah lulus dari Polireknik Negeri Sriwijaya nantinya.

1.4   Manfaat Kerja Praktek
 Adapun manfaat kerja praktek ini adalah antara lain sebagai berikut :
a.       Menambah wawasan mahasiswa dengan cara permesinan dan perbaikan dibengkel Jasa-Jasa Pabrik.
b.      Memberikan pengetahuan baru dengan mesin-mesin yang mahasiswa belum ketahui.
c.       Dapat membandingkan ilmu-ilmu yang telah kita pelajari secara teori dikampus dengan ilmu dilapangan yang ada di pabrik.





1.5   Metode Pembahasan
Dalam pembahasan laporan ini, penulis menggunakan metode :
a.       Observasi
Praktek langsung dilapangan dari tanggal 1 agustus 2011 sampai dengan 29 agustus 2011 di Departemen Jasa-Jasa Pabrik PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.
b.      Interview
Penulis melakukan tanya jawab dengan karyawan, foreman dan pembimbing guna mendapatkan informasi.
c.       Literature
Untuk menunjang data yang didapat dilapangan, penulis menggunakan data dari buku-buku yang diperoleh di perpustakaan karyawan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang dan media elektronik.

BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1 PT. Pupuk sriwidjaja Palembang
2.1.1  Sejarah PT. Pupuk sriwidjaja
PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, Sumatera Selatan. PT Pusri merupakan pabrik urea pertama di Indonesia. Bermula dengan satu unit pabrik berkapasitas 100 ribu ton urea per tahun, perusahaan mengalami perkembangan pesat sepanjang tahun 1972 hingga kini dengan dibangunnya beberapa pabrik baru sehingga meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 2,26 juta ton urea per tahun. Mengiringi pembangunan pabrik-pabrik baru dan bersamaan dengan munculnya sejumlah pabrik pupuk lain di Indonesia, PT Pusri mulai mengubah orientasi produksi ke orientasi pasar. Dengan bantuan pinjaman Bank Dunia, PT Pusri membangun jaringan distribusi dan pemasaran - berikut sarana dan prasarana pendukungnya hingga menjangkau segenap pelosok Nusantara. Sejak tahun 1979 pemerintah menugaskan PT Pusri untuk melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia hingga dibebaskannya tata niaga pupuk, serta saat ini pemerintah memutuskan dibentuknya rayonisasi wilayah pemasaran dan distribusi pupuk bersubsidi mulai tahun 2003.
Di samping membangun kompetensi di bidang distribusi dan pemasaran, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada pembinaan SDM dalam proses alih teknologi untuk menangani pemeliharaan dan pembangunan pabrik pupuksecara swakelola. Sebagai cikal bakal industri pupuk nasional, PT Pusri merupakan pemasok tenaga-tenaga ahli perpupukan yang handal bagi perusahaan-perusahaan pupuk Indonesia yang didirikan kemudian. Banyak tenaga ahli PT Pusri yang dipercaya memberikan bantuan konsultasi dalam berbagai
masalah di pabrik-pabrik pupuk di dalam negeri maupun mancanegara. PT Pusri juga mengembangkan usaha-usaha bernilai tambah tinggi, yaitu jasa-jasa teknologi yang terkait dengan bisnis ini. Misalnya, teknologi proses produksi ACES 21 yang dikenal efisien dan hemat energi - hasil riset dan pengembangan PT Pusri bekerjasama dengan Toyo Engineering Corporation (TEC) dari Jepang. ACES 21 merupakan sebuah inovasi dengan visi berjangkauan jauh ke depan yang menjadikan PT Pusri sebagai produsen pupuk yang memiliki technical know-how dalam pengelolaan dan pemeliharaan pabrik pupuk secara efisien. Kombinasi keunggulan di bidang produksi, distribusi dan pemasaran, SDM dan teknologi menjadikan PT Pusri sebagai pemain terdepan dalam industri pupuk nasional.

   2.1.2  Lokasi dan Tata Letak Pabrik
PT. Pupuk Sriwidjaja terletak di tepian sungai Musi, diwilayah perkampungan sungai Selayur termasuk kampung 1 ilir dan 2 ilir, kecamatan ilir timur II kota madya Palembang. Lokasi ini berada kira-kira 7 km dari pusat kota Palembang. Pemilihan lokasi ini berdasarkan study kelayakan yang dilakukan oleh GASS BELL dan Associaties Amerika Serikat yang memberikan rekomendasi untuk membangun pabrik pupuk urea di sumatera selatan. Kelayakan tersebut oleh beberapa faktor teknis dan faktor ekonomis yang menguntungkan, sebagai berikut :
1.      Keadaan geografis Sumatera Selatan yang memiliki kekayaan gas alam sebagai bahan baku utama dalam jumlah yang cukup besar. Dekat dengan sumber bahan baku gas alam yaitu Prabumulih dan Pendopo yang terletak disekitar 100-150 km dari pabrik.
2.      Dekat dengan sungai Musi yang tidak pernah kering sepanjang tahun dimana sungai Musi mempunyai peranan penting untuk transportasi bahan baku maupun hasil produksi baik dalam pupuk curah maupun dalam bentuk kantong dari lokasi pabrik selain melalui jalan darat. Disamping itu, keberadaan sungai Musi juga merupakan salah satu penunjang utama sebagai bahan  baku pembuatan steam, pemenuhan kebutuhan proses produk lainnya, sebagai air minum dan tempat pembuangan limbah yang telah mengalami pengolahan limbah.
3.      Dekat dengan sarana pelabuhan dan kereta api.
4.      Dekat dengan Bukit Asam, mengandung batu bara dan dapat dijadikan cadangan bahan baku yang sangat potensial jika persediaan gas bumi sudah menipis.
Luas tanah yang digunakan untuk lokasi pabrik adalah 20,4732 hektar ditambah untuk lokasi perumahan karyawan 26,5265 hektar. Disamping itu, sebagai lokasi cadangan tanah seluas 41,7965 hektar yang dimaksudkan untuk persediaan perluasan kompleks pabrik ddan perumahan karyawan bila diperlukan dikemudian hari. Untuk lebih jelasnya lokasi pabik PT. Pusri dapat dilihat gambar berikut.


Gambar 2.1.lokasi pabrik PT. Pusri



2.1.3        Visi dan Misi Perusahaan

2.1.3.1   VISI
 ”Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri pupuk, petrokimia dan jasa-jasa teknik melalui maksimasi nilai untuk perusahaan dan kepuasan pelanggan “.

2.1.3.2   MISI
 ”Memproduksi dan memasarkan pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional (swasembada pangan), produk-produk petrokimia dan jasa-jasa teknik di pasar nasional dan global dengan memperhatikan aspek mutu secara menyeluruh “.

2.1.4  Nilai-Nilai Perusahaan
”Memberikan kepuasan kepada pelanggan dan masyarakat melalui produk dan pelayanan yang bermutu berlandaskan kepada 7 etos kerja”, yaitu :
2.1.4.1     Bertindak segera
-   Setiap ada tugas harus dikerjakan segera
-   Semua surat masuk harus segera dijawab, khususnya surat dari pihak luar karena mempengaruhi citra perusahaan.
-   Jangan menunda-nunda pekerjaan dengan alasan apapun.
-   Bekerja sesuai rencana kerja / target.
-   Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari target.
-   Pekerjaan hari ini usahakan selesai hari ini, hari esok sudah menanti pekerjaan yang lain.
-   Mengangkat telepon berdering sesegera mungkin.



2.1.4.2   Responsif
-         Bertanggung jawab atas hasil pekerjaan yang dihasilkan
-         Proaktif mencari sumber informasi
-         Melayani stakeholder dengan penuh tanggung jawab
-         Bekerja sesuai tanggungjawab baik sebagai individu maupun kelompoknya
-         Tidak membiarkan telepon berdering lebih dari 3 kali tanpa ada yang menjawab
2.1.4.3   Disiplin
-         Tepat waktu masuk dan pulang kerja sesuai peraturan
-         Tepat waktu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan
-         Memanfaatkan waktu istirahat sesuai peruntukannya
-         Bekerja sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan atau telah disepakati
-         Tidak memanfaatkan jam kerja diluar kepentingan perusaha an
-         Menggunakan seragam kerja sesuai ketentuan
-         Menggunakan sarana dan prasarana yang ada sesuai peruntukannya dan sesuai aturan yang ada.
2.1.4.4  Kerja keras
-         Tidak malas dalam berkerja
-         Berusaha keras menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari rencana
-         Berusaha mencapai hasil yang lebih baik
-         Gesit dan cekatan dalam bekerja
2.1.4.5  Kreatif
-            Menciptakan inovasi untuk perubahan yang lebih baik
-            Berusaha mempelajari hal-hal yang baru
-            Berusaha mencari & menggali ilmu baik dari buku, internet , media cetak, media elektronik dan lain lain.
-            Berani mengusulkan suatu perubahan perbaikan prosedure kerja, lingkungan kerja maupun kerapihan, baik kepada atasan, bawahan dan teman sejawat.
2.1.4.6        Bersih
-      Selalu berpakaian rapi, bersih serta menjaga penampilan
-      Menjaga lingkungan kerja sehingga sedap dipandang
-      Tidak menjadikan ruangan kantor sebagai gudang (terapkan pola 5 S)
-      Setiap karyawan memanfaatkan fasilitas kerja dengan baik
-      Menyimpan buku, file, dokumen dengan rapi serta menjaga kerahasiaan dari orang-orang yang tidak berhak
-      Berbicara santun baik saat rapat, di telepon, seminar, forum diskusi dll
2.1.4.7        Baik Sangka
-      Selalu berpikiran sehat, tidak buruk sangka, selalu curiga, dengki dengan orang lain
-      Menyelesaikan perbedaan pendapat dengan santun
-      Menyelesaikan kesalahan orang lain tanpa prasangka
-      Selalu mengedepankan azas praduga tidak bersalah setiap ada masalah
2.1.5        Makna Logo
2.1.5.1 Kerajaan Laut Sriwidjaja
Abad ke-7 menyaksikan bangkitnya sebuah kerajaan Indonesia pertama yang besar, Sriwidjaja. Kerajaan ini adalah kerajaan Hindu yang terletak di Sumatera Selatan. Pada masa keemasannya, kerajaan Bahari ini amat berkuasa dan berpengaruh yang dipimpin oleh raja-raja keturunan dinasti Syailendra. Armada-armadanya berjaya dan dapat menguasai kawasan Samudera Hindia dan Pasifik. Kerajaan berkuasa atas seluruh Sumatera, Jawa, Malaya dan sebagian kawasan Indo China, dan telah melakukan perdagangan luas dengan India dan daratan Cina. Bukit Siguntang yang terletak di Muara Sungai Musi dan kini bernama Palembang, adalah pusat perniagaan kerajaan. Dari Kalimantan datanglah kayu, Emas dan perak dari Sumatera, Rempah-rempah dari Maluku, Beras dari Jawa. Porselen dan sutera dari negeri Cina. Tenunan halus dari India dan permadani dari Persia.Kini, puluhan abad kemudian, Bukit Siguntang menjadi Palembang. Kejayaannya tak kunjung padam, kemasyhurannya tetap dikenang orang.

2.1.5.2 Nama Perusahaan
Nama sriwidjaja diabadikan pada perusahaan yang baru tumbuh ini, untuk mengenang kembali kejayaan kerajaan Indonesia pertama yang telah termasyhur di segala penjuru dunia. Di samping itu penggunaan nama Sriwidjaja merupakan penghormatan bangsa Indonesia kepada leluhurnya yang pernah membawa Nusantara ini ke puncak kegemilangan pada sekitar abad ke tujuh yang silam. Dengan demikian pendirian pabrik pupuk yang dikaitkan dengan keluhuran "Sriwidjaja" mempunyai relevansi bagi kebesaran cita-cita khususnya dalam kesatuan dan ketahanan wawasan nusantara. Sedang perahu Kajang yang merupakan legenda rakyat di sepanjang Sungai Musi diangkat menjadi merk dagang PT Pupuk Sriwidjaja
                   
2.1.5.3 Logo Perusahaan
Gambar 2.2 logo Pusri
Lambang Pusri yang berbentuk huruf “U” melambangkan singkatan ‘Urea’, lambang ini telah terdaftar di Ditjen Haki Dep Kehakiman & HAM no 0213.
                                    
Setangkai padi dengan jumlah butiran 24 melambangkan            tanggal akte pendirian PT Pusri.
                                  
Butiran-butiran urea berwarna putih sejumlah 12, m       elambangkan bulan Desember pendirian PT Pusri
Setangkai kapas yang mekar dari kelopaknya, butir kapas yang             mekar berjumlah 5 buah kelopak yang pecah berbentuk 9 retakan            ini melambangkan angka 59 sebagai tahun pendirian PT    Pusri.
Perahu Kajang merupakan ciri khas kota Palembang yang terletak di tepian Sungai Musi.
 
Kuncup teratai yang akan mekar, merupakan imajinasi pencipta akan prospek perusahaan dimasa datang.
Komposisi warna lambang kuning dan biru benhur dengan dibatasi garis-garis hitam tipis (untuk lebih menjelaskan gambar) yang melambangkan keagungan, kebebasan cita-cita, serta kesuburan, ketenangan, dan ketabahan dalam mengejar dan mewujudkan cita-cita itu. 
2.2      Bagian permesinan
  Tugas utama dari bagian permesinan adalah melakukan pekerjaan perbaikan ataupun fabrikasi peralatan atau sparepart, baik itu peralatan rotation maupun non rotation, yang memerlukan proses permesinan. Pada bagian permesinan ini terdapat beberapa seksi-seksi yaitu antara lain :
-        Seksi Reparasi Permesinan
-        Seksi Bengkel Reparasi Umum
-        Seksi Bengkel Reparasi Khusus


2.2.1     Seksi Reparasi Permesinan
Pada seksi permesinan ini bertugas untuk melakukan tugas yang berkaitan dengan proses permesinan seperti : proses bubut, frais dan lain sebagainya. Adapun proses permesinan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu : dengan mesin manual dan mesin CNC (computerized Numerically Controlled). Dalam praktek mesin CNC ini dipergunakan dengan memperbaiki sparepart yang tidak membutuhkan ketelitian yang tinggi, sparepart tersebut diperbaiki dengan mesin produksi manual.
Selain itu seksi ini juga bertanggung jawab terhadap masuk dan pemakaina materialndigudang bengkel permesinan. Pemakaian material digudang dicatat didalam suatu pembukuan, yang mencatat panjang pengambilan dan sisa pengambilan material.

2.2.2     Seksi Bengkel  Reparasi Umum
Pada seksi reparasi umum ini terbagi menjadi dua ,yaitu :
-     Reparasi peralatan umum
Pada reparasi peralatan umum ini bertugas untuk melakukan perbaikan yang bersifat umum, seperti melakukan pengeboran, dan perlakuan panas (heat treatment), kerja bangku dan lain-lain.
-     Reparasi valve
Pada reparasi ini bertugas untuk memperbaiki valve yang membutuhkan rekondisi. Adapun kerusakan yang diperbaiki disini adalah bagian fisik dari valve, seperti pada disk, seat, body dan lain-lain.
Selain itu, pada seksi bagian ini juga untuk melakukan pengujian tekanan (hydrostatic atau pneumatic) pada suatu valve yang telah diperbaiki. Disamping melakukan pengujian terhadap valve yang direkondisi, bengkel ini juga bertugas untuk menguji valve baru, hal ini karena untuk mengetahui apakah valve baru tersbut telah sesuai dengan spesifikasi yang dipesan atau tidak, yang kelayakannya diputuskan oleh pihak Inspeksi Teknik Bengkel (ITB).

2.2.3        Seksi bengkel reparasi khusus
Pada bengkel reparasi khusus ini bertugas untuk memperbaiki kerusakan bersifat khusus, yaitu :
-     Reparasi Governor
Pada reparasi Governor ini bertugas untuk mereparasi governor yang berfungsi sebagai pengatur sekaligus alat pengontrol kecepatan / putaran dari penggerak mula (prime-mover)seperti turbin dan motor diesel.
-     Balancing
Balancing ini bertugas untuk menstabilkan suatu rotating equipment agar pada saat beroperasi getaran yang dihasilkan peralatan tersebut tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan jika getarannya melebihi ambang batas, maka dapat mengganggu performance peralatan tersebut akibatnya terjadi pergesekan.
-     Reparasi dengan Pelapisan
Pada reparasi alat yang berkaitan dengan pelapisan ini, dipergunakan dengan dua metode, yaitu : Metal Spray dan Electroplating.


BAB III
TINJAUAN KHUSUS

3.1 Valve
            3.1.1  Pengertian Valve
Pada saat melaksanakan perbaikan valve penulis mendapatkan pengetahuan  mengenai macam-macam valve dan cara memperbaikinya. Valve adalah peralatan yang berfungsi untuk mengontrol, mengarahkan, membuka, menghentikan, mencampur aliran fluida, mengatur tekanan dan temperature fluida.

3.1.2  Klasifikasi Valve Berdasarkan Kegunaan/ Fungsinya
3.1.2.1 Valve Buka / Tutup (Start / Stop Valve)
Valve buka tutup juga dapat di bedakan berdasrkan pergerakan dan jenis katupnya, valve ini dapat di kelompokkan menjadi:
1.      Sliding valve (valve yang mempunyai katup yang berbentuk datar dan memotong aliaran). Sliding valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan pengatur debit dengan akurasi yang rendah. Contoh dari jenis valve ini adalah:
a.      Gate valve
jenis valve ini mempunyai Bentuk penyekat piringan, atau sering disebut wedge, yang digerakkan ke atas bawah untuk membuka dan menutup. Biasa digunakan untuk posisi buka atau tutup sempurna dan tidak disarankan untuk posisi sebagian terbuka.
valve (Katup) ini disebut katup gate karena mengandung unsur penutupan disebut gate yang berhenti mengalir. Pintu gate bertindak seperti sebuah rana yang memisahkan bagian dalam rumah dari luar atau pintu yang memisahkan dua kamar.
Sebuah disk vertikal bertempat di katup tubuh slide gerbang atas dan bawah pada sudut kanan ke arah aliran dalam pipa, menutup atau membuka katup. Arus diblokir dengan menggunakan efek wedge-lock disc katup/valve itu.




b.      Piston valve
Piston valve adalah valve yang bekerja dengan cara bergeser (translasi) mengggunakan tekanan fluida untuk membuka dan menutup katupnya.
      Adapun proses kerjanya adalah:
1.      mula- mula air suplay tertutup
Gambar langkah 1

2.      kemudian air suplay di buka dan fluida menekan Piston hingga piston bergeser hingga membentur Valve Seat, dilanjutkan dengan mengalirkan fluida dari celah piston menuju Accumulator Tank.
                                                                                                Gambar langkah 2

3.    langkah berikutnya adalah langkah balik yaitu: Fluida dari Accumulator Tank menekan Piston kembali dan membunag fluida melewati Barrel. Dan fluida di belakang piston di buang meluwati celah .
Gambar langkah 3

Gambar 3.4  Piston Valve

2.   Rotating valve adalah jenis valve yang membutuhkan ¼ putaran untuk membuka dan menutup penuh dan arah sisi muka katub sejajar dengan arah aliran. Karena konstruksi katup valve ini sangat penting kuat, maka jenis valve ini biasa digunakan untuk fluida yang mengandung partikel padat. Contoh dari valve dari jenis ini adalah:
        a.  Plug Valve      
Seperti ball valve, tetapi bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder. Karena tidak ada ruangan kosong di dalam badan valve, maka cocok untuk fluida yang berat atau mengandung unsur padat seperti lumpur. Secara umum, kegunaan dari plug valve adalah untuk fully open dan fully close (isolation atau on/off control).
Bagian – bagian utama plug valve sama saja dengan gate valve ataupun globe valve. Yaitu body, stem, packing bolt, seal, plug. Seal sama fungsinya dengan packing, packing bolt sama fungsinya dengan gland nut atau gland, sedangkan plug sama fungsinya dengan disc tapi bentuknya berbeda.
Plug ini digunakan untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve, plug mempunyai celah atau lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan melewatkan aliran. Namun pada saat handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang tak bercelah akan menahan aliran, sehingga aliran pun akan berhenti.
Plug harus rapat dengan body, agar tidak terjadi kebocoran ( leaking ) atau passing. Antara plug dan body akan terjadi gesekan (friction), maka untuk menimalkan efek gesekan tersebut, pada daerah sentuhan plug dan body diberikan pelumas.
Karena itu ada type plug valve yang mempunyai tempat pengisian pelumas diatas stem, ada juga yang sudah diberikan pelumas dari pabrik pembuatnya, ada juga yang yang tidak membutuhkan pelumas namun pada daerah sentuhan sudah dilapisi material teflon, jenis ini dinamakan self lubricating.
Jenis – jenis valve yang lain yang masih termasuk plug valve adalah:
-        Three way plug valve
Yaitu jenis plug valve yang mempunyai 3 port (sambungan), 1 untuk inlet dan 2 untuk outlet. Dengan menggunakan valve ini maka dengan mudah kita dapat mengarahkan outlet kearah aliran/pipa yang dikehendaki.
-        Four way plug valve
Biasa digunakan pada fluida cooling water yang melewati heat exchanger, dimana aliran cooling water bisa dengan mudah dibalikkan arahnya dengan tujuan untuk membersihkan heat exchanger tersebut dari kotoran-kotoran (fouling, sediment, solids).
Gambar 3.5 Flug Valve


               b. Ball Valve
       Bentuk penyekatnya berbentuk bola yang mempunyai lubang menerobos ditengahnya.

gambar komponen ball Valve
Gambar 3.6 Komponen Ball Valve


Secara sederhana, Ball valve sama saja dengan plug valve, tetapi bentuk disc nya berbeda. Dinamakan Ball valve karena bentuk disc nya ini bulat seperti bola, dan bentuk body nya silinder.
Ball valve digunakan juga sebagai on/off valve, fully opened atau fully closed valve, dan handal untuk aliran fluida yang mengandung partikel-partkel solid (slurry).
Sama seperti plug valve, ball valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga dapat membuka dan menutup lebih cepat. Ball valve juga mempunyai handle yang sama dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.
c.   Butterfly Valve
Bentuk penyekatnya adalah piringan yang mempunyai sumbu putar di tengahnya. jenis valve ini Menurut disainnya, dapat dibagi menjadi concentric dan eccentric. Eccentric memiliki disain yang lebih sulit tetapi memiliki fungsi yang lebih baik dari concentric. Bentuknya yang sederhana membuat lebih ringan dibandingkan valve lainnya. 

gambar komponen Butterfly Valve
Gambar 3.7 komponen Butterfly Valve

Butterfly valve digunakan untuk mengontrol (trhottling/regulate valve) aliran fluida yang bertekanan rendah.
         Bagian-bagian utama pada valve ini sama saja dengan valve-valve yang diatas, yaitu body, disc, seat, dan handle. Disc nya berbentuk piringan yang tipis. Seat nya, melingkar mengikuti bentuk disc. Handle nya berbeda dengan type plug valve dan ball valve, karena mempunyai lever yang harus kita tekan apabila ingin membuka dan menutup valve dan kita lepaskan apabila telah sampai ke posisi yang kita inginkan. Lever inilah yang akan membantu disc untuk mengunci rapat.
  Di bagian bawah handle dan lever terdapat skala (scale) yang digunakan untuk pembacaan posisi valve opening atau valve closing.
         Butterfly valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga dapat membuka dan menutup lebih cepat. Dan mempunyai handle yang sama dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.

3.1.2.2  Valve Pengatur Banyaknya Aliran Fluida (globe valve)
Beberapa contoh valve yang termasuk dalam jenis Globe valve:
a. Angle valve
Contoh gambar Angle valve

Gambar 3.8 Angle valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat. Valve ini bisa digunakan juga sebagai pengganti elbow:
b. Needle valve
Contoh gambar Needle valve:
                                            Gambar 3.9 Needle valve
Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengatur secara lebih akurat aliran yang pressure rendah. Bentuk disc nya panjang dan kecil seperti paku.
Globe valve adalah jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida (regulate atau trotthling). Pada dasarnya bagian utama dari Globe valve ini sama saja dengan Gate valve. Yaitu terdiri dari body, seat, disc, bonnet, stem, packing dan gland.
Globe valve dengan gate valve bentuknya hampir sama, tetapi ada ciri-ciri tertentu yang dapat di jadikan acuan untuk membedakan antara keduanya, yaitu:
-        Pada bagian dalam valve, disc dan seat nya berbeda. Perbedaan disc dan seat ini menyebabkan terjadi profil (pola) aliran yang berbeda. Bentuk dari disc dan seat inilah yang menyebabkan globe valve dapat diandalkan sebagai throttling valve. Aliran fluida saat melewati globe valve akan mengalami sedikit hambatan sehingga akan terjadi pressure drop yang lebih besar dari gate valve, pertama aliran akan mengenai seat lalu membelok keatas melewati dan mengenai seluruh bagian disc, lalu aliran akan dibelokkan lagi ke arah yang sama.
-        Pada bagian luar, body dari globe valve terlihat lebih menggelembung.
Khusus untuk globe valve yang menangani fluida steam, maka biasanya valve akan dilengkapi dengan back seat yang terletak berhadapan dengan seat. Back seat ini berperan sebagai pelapis pelindung bagian atas globe valve mencegah steam untuk menerobos masuk.


Gambar Komponen Valve Globe

Gambar 3.10 komponen valve globe


3.1.2.3 Valve Pencegah Aliran Balik / Check Valve
Check valve digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir kesatu arah saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow.
Bentuk check valve sama saja dengan gate valve tapi valve ini tidak mempunyai handwell/handle maupun stem.
Secara umum ada 3 macam check valve yang cara kerjanya sama saja namun aplikasi nya terhadap material fluida yang berbeda. yaitu: Swing check valve, Lift check valve, dan Ball check valve.

-        Swing check valve, berfungsi untuk mengatur fluida gas ataupun liquid yang tidak mengandung partikel padat (solid). Katup bergerak berayun teratur untuk membuka atau menutup. Jika sering terjadi arus balik, benturan disc dan cairan berpasir akan merusak seat. Bila katup terbuka penuh valve ini mempunyai kecendrungan membuka terus dan arus fluida mengalir , bila kecepatan arus berubah pelan-pelan, katup akan tertutup kembali dengan gaya gravitasi.
Gambar 3.11  komponen Swing check valve
-     Lift check valve, berfungsi untuk mengatur fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang tinggi. Pada dasarnya valve ini prinsipnya sama seperti pistonvalve. Batang disc berfungsi sebagai penuntun (guide). Posisi awal disc kontak dengan seat. Bila ada pressure pada disc, disc akan terangkat, disk akan kembali kontak dengan seat secara gravitasi. Valve ini juga berfung si untuk mengatur liquit (bebas benda-benda padat).

Gambar 3.12 komponen Life Check valve
-        Ball check valve, berfungsi untuk mengatur fluida liquid yang mengandung partikel padatan. Valve cocok untuk segala pemakaian, untuk gas, uap air dan cairan lain yang dapat membentuk deposit lengket. Ball bergerak berputar, bila ada pressure ball akan terangkat. Dan kembali secara gravitasi.
Gambar 3.13 Ball Check Valve
3.1.2.4 Relieve Valve Dan Safety Valve (Valve Pengaman)
Kedua valve ini digunakan untuk melepaskan (release) tekanan (pressure) pada suatu sistem agar tidak membahayakan alat (equipment), personnel yang sedang bekerja, dan untuk kepentingan proses itu sendiri.
Antara kedua valve ini terdapat penggunaan istilah yang seringkali tertukar satu sama lain. Kadang Relieve valve dianggap Safety valve dan kadang juga Safety valve dianggap Relieve valve. Namun, sebenarnya perbedaan mendasarnya adalah cara kerjanya itu sendiri, Relieve valve akan membuka perlahan-lahan apabila terjadi kelebihan (excess) pressure dan akan menutup kembali apabila pressure telah kembali normal. Relieve valve lebih cocok diaplikasikan ke fluida liquid. Sedang Safety valve, akan membuka secara sangat cepat langsung 60% opening apabila terjadi excess pressure. Dan akan menutup kembali hanya apabila pressure telah berada dibawah pressure normal (set point). Safety valve sangat cocok diaplikasikan ke fluida gas.

Gambar safety valve
Gambar 3.14 Pressure relief valve

Gambar safety valve


Gambar 3.15 Komponen Safety Valve

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1   Permasalahan Pada Valve Dan Solusinya
Adapun hal-hal yang sering jadi masalah pada valve adalah sebagai berikut:
4.1.1     Valve leak/bocor
Jika valve tidak bekerja dengan baik maka kemungkinan besar terjadi leak. Bagian yang paling sering terjadi leak adalah pada packing gland. Hal ini bisa diatasi dengan mengencangkan Gland nut. Setelah itu periksa kembali putaran handwell, karena setelah mengencangkan gland nut akan terjadi gesekan antara packing dengan stem yang menyebabkan handwell susah di gerakkan.
Kebocoran juga biasa terjadi didaerah sambungan body dan bonnet, daerah body, dan disekitar flange.
4.1.2  Kerusakan Fisik
Valve yang tidak bekerja dengan baik kemungkinan juga disebabkan karena adanya kerusakan fisik pada valve itu sendiri, oleh karena itu pemeriksaan fisik sangat penting untuk dilakukan lebih dahulu sebelum adanya perlakuan yang lebih jauh.
4.1.3.  Pemberian Pelumas
Pemberian pelumas pada valve terutama pada stem, sangat penting untuk menjaga ketahanan valve.
4.2   Perbaikan Pada Valve
Proses perbaikan ulang (rekondisi) yang penulis lakukan selama selama kerja praktek adalah rekondisi peda Gate Valve, Check Valve, dan Safety Valve .
Gambar 4.1 Komponen Swing Chack Valve
Adapun tahap proses rekondisi yang penulis lakukan adalah:
1.      Pemeriksaan / Pengukuran.
2.      Tentuka indikasi awal kerusakan dari user / inspeksi.
3.      Liat manual book / gambar cross section dari Gate dan globe valve yang akan di perbaiki.
4.      Bongkar / lepaskan bagian-bagian dari gate / globe valve dengan melihat panduan gambar cross section / manual book dari valve tersebut. Atau minta bimbingan dari para pakar yang telah paham betul tentang valve ini.
5.      Lakukan pemeriksaan secara visual untuk pemeriksaan bagian-bagian gate dan globe valve yang akan di persakan pada perbaiki.
6.      Bila ada indikasi kerusakan pada bagian-bagian / internal part valve, mintakan pemeriksaan oleh inspeksi bengkel untuk memastikan langkah perbaikan.
7.      Lakukan pengukuran dan pengecekan terhadap bagian / internal part yang rusak sebagai data untuk proses perbaikan.


4.3  Proses Pembongkaran Gate Valve Dan Globe Valve dan proses perbaikan

         









            Adapun pproses pembongkarannnya sebagai berikut:
1.      Lepaskan Stud Bold  pengikat dengan Bonnet / Yoke
2.      Pisahkan body dengan Bonnet / Yoke
3.      Lepaskan nut pengikat gland packing
4.      Lepas stem dari bonnet,dorong dengan cara memutar Hand Wheel sampai lepas dari  Stem nut lalu tarik sampa keluar
5.      Lepas Glan,Glan ring dan Packing dari bonnet
6.      Pisahkan stem dengan Disc / wedge
7.      Bersihkan part – part yang sudah dilepas


Proses Perbaikan
Proses ini dilakukan pada disc/wedge dan set ring.Setelah dibersihkan periksa kerusakan.Seperti goresan,galling,atau scooring karena kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan untug packing dalam menyekat aliran.Kerusakan ringan seperti goresan dapat diperbaiki dengan pemolesan menggunakan bahan abrasive yang halus (Lapping).Apabila kerusakan tidak bisa diperbaiki dengan proses lapping maka dapat dilakukan built up atau dengan penambahan meterial yang sama pada disc dan seat melalui pengelasan.Untuk mengatasi kerusakan pada gasket,packing,bushing stem pada valve,maka dilakukan penggantian material yang baru.

4.4    Proses Rekondisi Safety Valve
Gambar 4.3 safety valve
Safety valve adalah suatu peralatan yang di desain untuk melindungi peralatan lain. Seperti : Bejana Bertekanan, Boiler, Heat Exchanger, piping, compressor dan lain-lain. Valve jenis ini dapat membuka secara otomatis pada tekanan tertentu dan mencegah kerusakan akibat dari tekanan yang berlabih dalam sistem proses dan penyimpangan.
Bilamana terjadi penyimpangan pressure maka valve akan membuka cepat untuk membuang sebagian fluida dan kembali menutup denga cepat. Kejadian seperti ini di sebut dengan istilah popping (pop action).

Proses perbaikan pada sefety valve pembongkaran dan pemeriksaan :
1.   Tentukan indikasi awal kerusakan dari user / inspeksi
2.   Bersihkan valve dengan proses steaming
3.   Pelajari kosntruksi safety valve untuk persiapan pembongkaran
4.   Bongkar / lepaskan bagian – bagian dari safety valvedengan langkah-     langkah sabagai berikut :
a.       Lepas nut lifting Washer
b.      Lepas stud bolt pengikat dengan body dengan spring case
c.       Angkat / pisahkan spring case dengan body
d.      Angkat spring washer dan spring
e.       Angkat spindle dengan disc
f.        Lepas lock upper dan lower
g.       Angkat lift stoper dan guide
h.       Lepas upper dan lower ring
i.         Lepaskan / pisahkan seat nozzle dengan body jika memungkinkan
j.        Bersihkan semua bagian – bagiannya kemudian dilakukan
k.      pemeriksaan secara visual pada komponen utama bagian dalamnya seperti : Disc,nozzle,spindle,spring dan lain-lain
l.         Bila ada indikasi kerusakan pada komponen bagin dalam / internal part valve buatlah langkah perbaiakan. Dan kerjakan sesuai langkah tersebut (sesuai prosedur).
4.5     Permasalahan pada Valve dan Perbaikannya
4.5.1      Kerusakan dan perbaikan pada gate valve
Cross Section of Gate Valve
No
Kerusakan
Perbaikan
1
Leak pada stem dan baut packing
Kencangkan baut packing


Apabila masih terjadi leak maka ganti dengan packing baru
2
Valve tidak menutup dengan benar
Lapping disc dengan campuran minyak dan lapping compound
3
ada kerusakan yang tidak diketahui penyebabnya
Bongkar valve dang anti pada baagian valve yang mengalami kerusakan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar